Sabtu, 09 Maret 2013

Kesedihan Dan Duka Cita


Kesedihan Dan Duka Cita
1.    Kemurungan Masa Nifas
Kemurungan masa nifas normal saja dan disebabkan perubahan dalam tubuh seorang wanita selama kehamilan serta perubahan dalam irama/cara kehidupannya sedah bayi lahir. Seorang ibu lebih beresiko mengalami kemurungan pasca salin, karena ia masih muda mempunyai masalah dalam menyusui bayinya. Kemurungan pada masa nifas merupakan hal yang umum, dan bahwa perasaan-perasaan demikian biasanya hilang sendiri dalam dua minggu sesudah melahirkan.

2.    Terciptanya ikatan ibu dan bayi
Menciptakan terjadinya ikatan bayi dan ibu dalam jam pertama setelah kelahiran yaitu dengan cara mendorong pasangan orang tua untuk memegang dan memeriksa bayinya, memberi komentar positif tentang bayinya, meletakkan bayinya disamping ibunya. Berikan privasi kapada pasangan tersebut untuk sendiri saja bersama bayinya. Redupkan cahaya lampu ruangan agar bayi membuka matanya. Tangguhkan perawatan yang tidak begitu penting sampai sesudah pasangan orang tua bayi dapat berinteraksi dengan bayinya selama bayi masih dalam keadaan bangun.
Perilaku normal orang tua untuk menyentuh bayinya ketika mereka pertama kali melihat bayinya yaitu dengan meraba atau menyentuh anggota badan bayi serta kepalanya dengan ujung jari. Mengusap tubuh bayi dengan telapak tangan lalu menggendongnya dilengan dan memposisikannya sedemikian rupa sehingga matanya betatapan langsung dengan mata bayi.
Berbagai perilaku yang merupakan tanda yang harus diwaspadai dalam kaitannya dengan ikatan antara ibu dan bayi dan kemungkinan penatalaksaannya oleh bidan. Perilaku: sikap “bermusuhan” baik verbal atau lisan maupun non verbal. Tidak adanya interaksi yang memberikan dukunan antara pasangan,orang tua, komentar negative tentang bayi atau kekecewaan yang nyata tentang jenis kelamin bayi. Penatalaksanaan: Tindakan apa saja yang bias membantu terciptanya ikatan antara ibu dan bayi dan pengamatan yang kontiyu memberikan dorongan pada pasanagan orang tua. Dirujuk apabila sikap “bermusuhan” atau perilaku negative tetap berlanjut.



3.    Tanda-tanda dan gejala serta etiologi kemurungan masa nifas dan klasifikasi atau istilah-istilah local yang dipakai untuk menggambarkannya.
Tanda-tanda dan gejalanya: sangat emosional, sedih, khawatir, mudah tersinggung, cemas, merasa hilang semangat, mudah marah, sedih tanpa ada sebabnya, menangis berulang kali.
Etiologi: berbagai perubahan yang terjadi dalam tubuh wanita selama kehamilan dan perubahan dalam cara hidupnya sesudah mempunyai bayi. Perubahan hormonal yang cepat sementara tubuh kembali pada keadaan tidak hamil dan sementara proses menyusui telah terjadi. Adanya perasaan kehilangan secara fisik sesudah melahirkan yang menjurus pada suatu perasaan sedih. Kemurungan dapat menjadi semakin parah oleh adanya ketidaknyamanan jasmani, rasa letih, stess, atau kecemasan yang tak diharapkan karena adanya ketegangan dalam keluarga atau adanya cara penanganan yang tidak peka oleh para petugas.
Penatalaksanaan secara tradisional dan secara kebidanan (yang mungkin saja sama) bagi adanya kemurungan masa nifas. Cobalah bicarakan dengan seseorang mengenai apa yang ibu alami. Bila lebih parah pastikan ada yang menemani ibu dan bayinya selama beberapa hari atau minggu. Gunakan obat-obatan atau jamu atau upacara tradisional atau sesuai kepercayaan setempat yang ada. Berikan pada seorang ibu yang baru kesempatan luas untuk bertanya, bicarakan apa yang terjadi selama proses persalinan dan biarkan ibu mengungkapkan apa yang dirisaukannya. Doronglah seorang wanita lain di dalam keluarga untuk merawat ibu dan bayi dengan baik. Biarkan bayi bersama ibunya. Berikan dukungan atau dorongan pada ibu untuk merawat bayinya dan anda jangan melakukan sendiri perawatan tersebut.
Ibu yang beresiko tinggi yang mempunyai reaksi psikologis lebih parah daripada kemurungan masa nifas. Ibu yang sebelumnya pernah mengalami depresi atau tekanan jiwa. Ibu yang rasa percaya dirinya (harkatnya) rendah. Ibu yang tidak mempunyai jaringan dukungan, ibu yang bayinya meninggal atau menyandang masalah. Tanda-tanda dan gejala ibu yang mengalami atau mempunyai reaksi psikologis yang lebih parah daripada kemurungan masa nifas dan bagaimana penatalaksanaan kebidananya. Tanda-tanda dan gejala : tidak bias tidur atau tidak bernafsu makan, merasa bahwa ia tidak dapat merawat dirinya sendiri atau bayinya, berfikir untuk mencederai dirinya sendiri atau bayinya, seolah mendengar suara-suara atau tidak dapat berfikir secara jernih, perilakunya aneh, kehilangan sentuhan atau hubungan dengan kenyataan, adanya halusinasi atau khayalan, menyangkal bahwa bayi yang dilahirkan adalah anaknya.
Penatalaksanaan : banyak perempuan dia bawah depresi yang bias menanggapi atau dipengaruhi oleh dorongan atau bujukan dan dukungan fisik yang diberikan oleh bidan atau anggota keluarganya. Bila seorang ibu tidak bereaksi positif terhadap dorongan atau dukungan yang diberikan atau ia tetap menunjukan perilaku yang aneh (mendengar suara-suara, berada diluar kenyataan, berhalusinasi atau berkhayal, menolak bayinya) atau bila ia berfikir untuk mencederai dirinya sendiri atau bayinya ia harus dirujuk kepada seorang ahli yang mampu menangani masalah psikologis. Ia mungkin memerlukan pengobatan khusus untuk membantu mengatasi keadaannya.


Candi Sukuh Karanganyar Surakarta






Jumat, 08 Maret 2013


ASKEB NEONATUS, BAYI DAN BALITA
IKTERUS BAYI BARU LAHIR


Disusun : kelompok 3
1.      Indah Sri Wijayanti           ( 11.0.B.891)
2.      Indah Susilowati               (11.0.B.892)
3.      Isna Azidun N.Z               (11.0.B.893)
4.      Lia Kristiana                     (11.0.B.894)
5.      Liang Rito Misiyanti         (11.0.B.895)
6.      Lina Dwi P                        (11.0.B.896)
7.      Lusiana Hardiyanti           (11.0.B.897)
8.      Masterina                          (11.0.B.898)
9.      Mega                                 (11.0.B.898)
10.  Sulartini                             (10.0.B.)

AKADEMI KEBIDANAN
MITRA HUSADA KARANGANYAR
2012


IKTERUS BAYI BARU LAHIR
A.    Konsep Dasar
Ikterus adalah perubahan warna kulit / sclera mata (normal berwarna putih) menjadi kuning karena peningkatan kadar bilirubin dalam darah.
Bilirubin adalah zat yang terbentuk sebagai akibat dari proses pemecahan Hemoglobin (zat merah darah) dalam tubuh. Selanjutnya mengalami proses di liver, dan akhirnya diekskres oleh liver ke empedu, kemudian ke usus.
B.     Gejala
Ikterus pada bayi yang baru lahir merupakan suatu hal yang fisiologis (normal), Ikterus pada bayi baru lahir pada minggu pertama terjadi pada 60% bayi cukup bulan dan 80% bayi kurang bulan. Tapi juga bisa merupakan hal yang patologis (tidak normal) misalnya akibat berlawanannya Rhesus darah bayi dan ibunya, sepsis (infeksi berat), penyumbatan saluran empedu, sehingga memerlukan pemeriksaan dan tata laksana yang benar.
1.      Ikterus Fisiologis
a.       Timbul pada hari ke 2-3
b.      Tampak jelas pada hari ke-5 sampai dengan ke-6
c.       Kadar bilirubin pada bayi aterm tidak melebihi 12 mg%, bayi prematur 10 mg%
d.      Ikterus akan menghilang pada hari ke 10(hari ke 14 pada bayi BBLR)
e.       Kecepatan peningkatan bilirubin tidak meninggi 1 mg %
2.      Ikterus patologis
a.       Muncul dalam 24 jam pertama
b.      Peningkatan bilirubin 5 mg/dl atau lebih setiap 24 jam, atau 1 mg/dl/jam
c.       Peningkatan kadar bilirubin lebih dari 1 mg/dl
d.      Ikterus menetap sesudah 2 minggu pertama
Kalau bilirubin terus meningkat dapat menyebabkan tanda dan gejala patologi seperti dibawah ini:
1.      Mata berputar
2.      Tertidur ( kesadaran menurun )
3.      Sukar menghisap
4.      Tonus otot meninggi
5.      Kejang-kejang
6.      Tuli
7.      Leher kaku akhirnya kaku seluruhnya
8.      Penurunan mental
9.      Tidak mau minum
10.  Muntah-muntah
11.  Sianosis
12.  Tampak lelah
C.    Etiologi
1.         Ikterus Fisiologi
Yang disebabkan oleh hemolisis darah janin dan selanjutnya di ganti dengan darah dewasa.
2.      ikterus patologis
·         Produksi yang berlebihan
·          Gangguan fungsi hepar
·          Gangguan dalam transportasi
·         Gangguan dalam eksresi
·         Berlawanannya Rhesus darah bayi dan ibunya
·         Sepsis (infeksi berat)
·         Penyumbatan saluran empedu  
D.    Pemeriksaan
1)         Pemeriksaan klinis ikterus dapat dilakukan pada bayi baru lahir dengan menggunakan pencahayaan yang memadai. Ikterus tidak terlihat dengan penerangan yang kurang.
3)         Tentukan tingkat keparahan ikterus dengan melihat pewarnaan kuning pada tubuh ( metode kremer).
Penilaian Kadar bilirubin dengan Kramer (DEPKES)
Daerah
Luas Ikterus
Kadar Bilirubin(mg%)
1
Kuning pada kepala sampai leher
5
2
Daerah 1 ditambah badan bagian atas(dari pusar ke atas)
9
3
Daerah 2 ditambah badan bagian bawah hingga lutut
11
4
Daerah 3 ditambah ekstremitas pergelangan tangan dan kaki
12
5
Daerah 4 ditambah daerah ekstremitas (tangan dan kaki) sampai ujung jari
16
E.     Penanganan
a)      Menyusui Bayi dengan ASI
b)     Terapi Sinar Matahari
Caranya, bayi dijemur selama setengah jam dengan posisi yang berbeda-beda.Lakukan anatara jam 07.00 sampai 09.00 pagi. Dibawah jam tujuh, sinar ultraviolet belum cukup efektif, sedangkan di atas jam Sembilan kekuatannya sudah terlalu tinggi sehingga akan merusak kulit. Hindari posisi yang membuat bayi melihat langsung ke matahari karena dapat merusak matanya.Periksa kadar bilirubin jika <7 mg % ulangi besok harinya, jika lebih dari 7 mg% hubungi dokter.
Jika setelah 3-4 hari kelebihan bilirubin masih terjadi, maka bayi harus segera mendapatkan terapi. Bentuk terapi ini macam-macam, disesuaikan dengan kadar kelebihan yang ada.
C)    Terapi Sinar (blue light)
Terapi sinar diberikan jika bilirubin >10 mg %, dilakukan selama 24 jam atau setidaknya sampai kadar bilirubin dalam darah kembali ke ambang batas normal. Dengan fototerapi, bilirubin dalam tubuh bayi dapat dipecahkan dan menjadi mudah larut dalam air tanpa harus diubah dulu oleh organ hati. Terapi sinar juga berupaya menjaga kadar bilirubin agar tidak terus meningkat sehingga menimbulkan risiko yang lebih fatal.
D)    Terapi transfusi
Jika kadar bilirubin terus meningkat hingga mencapai 20 mg/dl atau lebih, maka perlu dilakukan terapi transfusi darah. Dikhawatirkan kelebihan bilirubin dapat menimbulkan kerusakan sel saraf otak (kern ikterus). Efek inilah yang harus diwaspadai karena anak bisa mengalami beberapa gangguan perkembangan. Misalnya keterbelakangan mental, gangguan motorik dan bicara, serta gangguan penglihatan dan pendengaran. Untuk itu, darah bayi sudah teracuni akan dibuang dan ditukar dengan darah lain. Proses tukar darah akan dilakukan bertahap.
Bila dengan sekali tukar darah, kadar bilirubin sudah menunjukkan angka yang menggembirakan, maka terapi transfuse bisa berhenti. Tapi bila masih tinggi maka perlu dilakukan proses transfusi kembali. Efek samping yang bisa muncul adalah masuknya kuman penyakit yang bersumber dari darah yang dimasukkan ke dalam tubuh bayi. Meski begitu, terapi ini terbilang efektif untuk menurunkan kadar bilirubin yang tinggi.
Daftar Pustaka
Arfin Behrman Kligman, Nelson.1999.Dalam Ilmu Kesehatan Anak, volume I, edisi 15. Penerbit: Buku Kedokteran EGC.
Health Technology Assessment Unit Medical Development Division Ministry of Health Malaysia.2002.Management of neonatal hyperbilirubinemia.
Surjono A.1995.Hiperbilirubinemia pada neonatus pendekatan kadar bilirubin bebas. Berkala Ilmu Kedokteran.


Jumat, 01 Februari 2013

my parents are my inspiration

Tanggal 12 juli 1993 aku dilahirkan, aku terlahir dari keluarga yang sederhana...
waktu kecil aku sedikit dimanja, apapun yang aku inginkan pasti dikasih sama orangtuaku...
pernah ketika itu ibuku bercerita kalau aku ketika kecil sulit banget belajar berjalan sampai umur 2 tahun ..(pemalas kali yaa..hehehe)
orangtuaku menjanjikan aku kalau aku bisa berjalan akan diajak tamasya ke kebun binatang jurug..
kalo dulu wisata ke situ merupakan hal yang cukup nyenengin, tapi kalau sekarang tiap hari mau ke situ udah biasa, bahkan semenjak aku kuliah di karanganayar mlah gak kepikiran tuh mau menjamah ke tempat wisata itu...(ya iya laah lwong dah gede, hehe). ketika kecil aku sekolah di TK Dharma Wanita di deket rumahku, waktu itu aku punya temen namanya anggi. Anggi adalah sahabatku ketika masih TK, kita kemana-mana selalu berdua, maen, berangkat sekolah, bahkan mau nyabutin gigi di puskesmas juga berdua..uda kaya amplop dan perangko gitu dech pkoknya...hehe.. tapi sayangnya ketika SMP dan SMA kita pisah...
ketika SMP aku punya temen baru, siti namanya..sebenernya yaw gak baru-baru banget sih, aku kenal siti uda sejak SD tapi deketnya baru kelas 6 SD... dia memang baik, tapi untuk tidak pada diriku, waktu pulang aku selalu ditinggalnya duluan padahal aku sudah bilang pada dia untuk pulang bareng..ntah lah apa dia males nungguin aku atau karna apa dia gak pernah sekalipun nungguin aku ketika mau pulang sekolah, emang sih kelas kita itu berbeda tapi kalau aku pas pulang duluan juga selalu nungguin dia kog.. :(
kekecewaanku juga tak usai pada hal itu saja, ketika masih SMP orangtuaku berniat untuk menyekolahkan aku di pondok tepatnya di pondok Gontor Putri setelah lulus SMP.. hal itu diketahui juga pada temenku yang bernama siti, ketika itu waktu pulang sekolah bareng dia mengejekku habis-habisan katanya ntar kalo pas reuninan SMP aku bakalan dateng pake jubah N bawa tasbih,, (Fiuuuh lebay dech, mana mungkin aku bakalan jadi kaya gitu :P). ahh ya uda la yaa gak perlu aku ingat lagi, memang sih orang tuaku punya niat baik mau nyekolahin aku di pondok, tapi yang ada pada pikiranku gimana pada masa-masa sweet 17 ku.. hmm bakalan gak ngrasaen masa-masa nanana donk ,,,hehehe masa sekolah mksudnya.. (apa iya sihh?? :D).
dan akhirnya aku gak jadi di sekolahin di pondok ..alhmdulillah (loohh??? :D)
ketika SMA aku sering banget berantem sama orangtuaku terutama ibuku, masalahnya sih bukan karna aku bolos sekolah, bukan karena aku nilainya jelek tapi gara-gara aku sering pacaran, emang sih pacarannya backstreet tapi ketahuannya lebih sering,hohoho .... penyitaan HP dan motor adalah kegiatan rutin orangtuaku ketika aku ketahuan pacaran atau aku pulang sekolah telat.. hal itu pernah juga sampai aku ribut keras sama ibuku dan pernah juga karena aku hampir sebulan gak dibolehin kemana-mana, sekolah di antar jemput, maen gak boleh, adanya cuma dimarahin terus.. aku mutusin buat minum es sebanyak-banyaknya N ngurung diri di kamar mandi berjam-jam, dan akhirnya ketika malam harinya apa yang aku inginkan terjadi, asmaku kambuh lagi, tapi hal ini tidak sesuai dengan yang aku rencanakan...lebih sakit dari pada yang aku banyangkan sebelumnyaa..nyawaku kerasa kaya uda dipucuk rambut, duduk, miring bahkan tiduranpun dadaku kerasa sesak sekali.. hingga waktu itu orangtuaku memutuskan untuk mengantarkanku ke rumah sakit dan aku opname 7 hari...setiap hari mereka merawatku ketika dirumah sakit, ibuku selalu menyuapiku ketika aku makan, mencucikan bajuku, kemudian memandikanku, pkoknya aku kerasa kaya jadi adek bayi lagi .., :) 
hal yang selalu ku ingat ketika aku pernah sesekali mengucapkan kata-kata keras kepada ibuku karna waktu itu aku merasa tidak nyaman waktu tidur, namun ibuku tidak sedikitpun marah kepadaku, ia malah mau melakukan apapun yang aku mau...betapa bersalahnya aku ketika waktu itu .. :(
setelah masa-masa SMA usai, orangtuaku membiarkan aku memilih untuk kuliah dimanapun yang aku mau, dan aku memilih kuliah di kebidanan.. 
waktu tes untuk ujian masuk di kebidanan tepatnya di AKBID Mitra Husada Karanganyar aku sempat bingung mau ke karanganyar sama siapa.. ketika itu mb nining tetanggaku sekaligus seniorku di calon kampusku itu tidak bisa menemaniku ujian tes, ia hanya bisa mengantarkanku daftar saja.. kalau aku mau motoran sendiri, aku tidak punya SIM, kalau aku mau naik bis .. aku belum berani dan masih agak bingung naik rute angkotnya..sedangkan bpkku waktu itu sedang ada urusan pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan.. dan akhirnya ibuku lah yang mengantarkanku ke karanganyar dengan naik bis, padahal aku tau ibuku sering mabuk perjalanan kalau naik bis ... sampai di kampus ibuku mau menunggui aku dari pagi jam 6 sampai jam 3 sore, karna waktu itu tesnya tidak hanya materi tetapi juga tes kesehatan dan tes wawancara..
semua itu dia lakukan demi aku...betapa merepotkannya aku selama ini ...
 selain merepotkan hal yang tidak patut dicontoh pada kalian semua adalah ketika aku SMA pernah mengkorupsi uang pembayaran SPP buat kebutuhanku sendiri yang sebenarnya tidak terlalu penting ..hehe maaf ya bapak ,, tapi kalau waktu kuliah ini aku uda gk pernah korup kog, aku selalu jujur kalo minta apa2  juga langsung bilang  :* ...
trimakasih buat orangtuaku yang udah membiayai  semua kebutuhanku termasuk kuliah hingga aku berumur 19 tahun ini ... semua yang terbaik uda kalian berikan , hanya ketulusan kalianlah yang tidak akan pernah tergantikan..semoga kelak aku bisa membuat kalian bangga dan bisa membahagiakan hingga di usia tua ... AMIN ...